RSS

Aku, Dia Karena Tekhnologi Part 3

25 Des

………”Ada apa ini….? Apa yang sedang terjadi…?”, Pikirku. (Part 2)

Hal itu membuatku penasaran dan tanpa pikir panjang aku langsung telpon ke nomornya. Betapa terkejutnya diriku di saat aku mendengarkan suara yang tidak biasa di saat aku menghubungi pacarku itu adalah sahabat dari pacarku itu. Aneu namanya.

“Aneu…Susan ada? Kok…nomor Susan ada di kamu?”, Tanyaku. Betapa tersayatnya hatiku mengetahui kabar tentang pacarku. “Susan masuk rumah sakit, penyakitnya tambah parah.” Tutur Aneu. Aku hampir roboh dan terjatuh mendengar kabar darinya. Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil kunci mobil dan segera berangkat menuju rumah sakit tersebut. Tanpa adanya persiapan yang aku siapkan, aku nekat untuk menemui orang yang aku sayangi itu. Jarak yang aku tempuh cukup panjang, karena untuk ke tempat Susan, aku harus menempuh jarak sekitar 350 Km. Sudah 8 jam lebih aku menyetir mobil, dan ku jalani itu tanpa istirahat. Karena yang ada di pikiranku hanya Susan. Di dalam perjalanan aku sering menghubungi Aneu untuk mengetahui keadaan Susan lebih jauh. Dan melalui Aneu lah aku mendapatkan petunjuk jalan ke rumah sakit tersebut. Maklum saja, karena baru kali ini aku pergi jauh seorang diri.

Namun entah mengapa tak ada rasa khawatir akan keselamatanku di dalam perjalanan. Langsung ku menghubungi Aneu sesampainya di rumah sakit. Ternyata Aneu sudah menungguku di lobi rumah sakit tersebut. Aku baru mengerti ternyata wanita ini yang bernama Aneu sahabat dari pacarku. Namun hal ini tak terpikirkan oleh ku saat ku berjumpa dengannya. Saat aku bertemu dengannya satu hal yang langsung aku tanyakan,” Susan di mana?” “Ayo ikut!” Balas Aneu padaku.

Ruangan tempat Susan dirawat memang terbilang cukup sepi, di pintu masuk bertuliskan huruf besar IGD (instansi Gawat Darurat). Di ruangan ke dua dapat ku lihat sesosok wanita berbadan besar berambut panjang yang sedang terbaring lemah di ruangan tersebut. Aku langsung mengambil kursi untuk duduk di dekat tempat tidurnya. Ku pegang tangannya dan berharap dia lekas sembuh. Di dalam pikiranku inilah Susan yang selama ini mengisi kekosongan hatiku. “Bagaimana pun keadaannya dia sudah menjadi pilihanku?”, Aku berkata di dalam hatiku

Di saat mataku akan terpejam sembari tanganku menggengam tangannya, tiba-tiba ada seseorang pria yang menepuk pundakku. Pria itu bertanya,“Apakah anda teman kerja istriku?”
“Apa istri?” Jawabku (tak percaya, bagaimana mungkin wanita yang aku cintai selama ini ternyata sudah berkeluarga?). “Lho…kok..kamu di sini? Aku cariin kamu dari tadi!” Ujar Aneu.
“Apa kamu nyariin aku? Aku sudah di ruangan Susan khan?” Tanyaku.
“Itu bukan Susan, memang namanya saja yang sama.” tutur Aneu.
“Apa…?” balasku…sembari meminta maaf kepada suami dari wanita itu aku pergi meninggalkan ruangan tersebut. Wajahku seperti harus menggunakan topeng, karena aku malu sudah menangis di ruangan itu, bahkan menggenggam tangan wanita itu dengan kuat dan penuh perasaan.

Sesampainya di ruangan yang sebenarnya, tentunya ruangan tempat Susan dirawat, aku semakin terkejut. Karena dapat ku lihat wanita cantik tidak sebesar wanita tadi dan rambutnya pendek sebahu, namun aku melihat dirinya terbaring lemah dilengkapi dengan selang pada mulut serta hidungnya guna bantuan pernapasan.

Tanpa aku sadari aku langsung duduk di ranjang tempat Susan terbaring, aku mendekatkan mulutku di telinganya. “Kamu harus kuat ya…aa (sebutan kakak bagi orang sunda) sudah datang untuk menemuimu…, a sayang kamu.” Bisikku di telinganya.

Sudah tiga hari berlalu…dan Susan mengalami kemajuan pesat akan kesehatannya. Dua hari lagi dia sudah dapat pulang, kabar ini aku ketahui dari ayahnya. Tak terasa hampir satu minggu ini aku habiskan waktuku untuk menjaga Susan, aku pun menjadi dekat dengan keluarganya. Bahkan oleh ayah Susan aku dipinjamkan beberapa stel pakaian miliknya.

…………..
Esok hari Susan keluar dari rumah sakit, namun hari ini aku harus pulang, karena besok aku harus mengikuti tes semester ganjil di sekolah. “Sayang…aku pulang dulu ya…besok aku ada tes semester di sekolah, minggu depan aku datang lagi.” Pintaku kepadanya.
“Aa hati-hati ya! Jaga diri di jalan, jangan ngebut!” Tutur Susan kepadaku. Hanya senyum manis dan kecupan di dahi yang aku berikan guna menjawab pesannya padaku. Aku kemudian pamit kepada keluarga Susan yang masih menjaganya di rumah sakit itu….

…………….
Aku langsung istirahat begitu sampai di rumah, rasa lelah harus segera aku lepaskan, namun entah mengapa aku tidak merasakan lelah? Mungkin karena kebahagiaan yang aku rasakan selama satu minggu ini bersama dengan wanita yang aku cintai….

Empat jam sudah berlalu ku gunakan untuk mengistirahatkan diri, kemudian aku mulai mengambil beberapa buku catatan dan buku cetak untuk ku pelajari guna menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS). Ke esokan harinya aku datang ke sekolah lebih awal guna mengurus beberapa hal sebelum aku mengikuti UAS.

Setiba di sekolah beberapa sahabatku mendatangiku, mereka menanyakan kabarku, karena sudah satu minggu yang lalu mereka tidak dapat berjumpa denganku. Beberapa dari mereka ada yang marah terhadapku, karena aku tak pernah membalas pesan singkat atau pun menjawab panggilan telpon dari mereka. Aku menjelaskan mengenai kejadian yang ku alami.

Aku tak membalas pesan singkat mereka, karena aku hanya memperhatikan satu hal saja yaitu pacarku yang terbaring di rumah sakit saat itu. Aku juga tak membalas telpon, bukan karena aku tidak mau diganggu, tetapi telpon dalam keadaan hening (istilah kerennya disilent). Jadi aku tak sempat menghubungi kalian. “Ya…sudah gini saja…untuk mendapatkan maaf dari kami, bagaimana jika akhir pekan setelah UAS selesai kamu traktir kita?” Ujar seorang sahabatku.
“Traktir apa”, Tanyaku.
“Traktir dugem, minum dan makan…bagaimana?” Tutur sahabatku.
“Baiklah…oke…oke…, tetapi benar loh kalian akan memaafkanku, jika aku traktir?” Tanyaku dengan canda.
“Atur aja..!!!” Jawab salah satu sahabatku.

Akhirnya UAS telah selesai…sahabatku dan aku segera merapatkan barisan guna merealisasikan janjiku kepada mereka.
“Nanti malam kita ketemu di tempat biasa.” Ujarku. Aku akhirnya dapat menepati janjiku kepada para sahabatku guna mentraktir mereka, hingga mereka merasa puas. Saat di night club telpon genggamku berbunyi…ternyata Susan menelponku. Aku langsung menjawab panggilan dari telpon genggamku tersebut.
“Sedang apa a?” Tanya Susan melalui telpon genggam.
“Sedang main dengan sahabat-sahabatku.” Jawabku. “Kok…berisik sekali dan suara musiknya kencang banget a?” Tanya Susan kepadaku.
“Ini sedang di dugem.” Jawabku spontan.

“Apa dugem?” Sontak  Susan berkata dengan nada tinggi. “Ya…kenapa?” Tanyaku padanya.
“Kok a ‘ga pernah bilang kalau pergi dugem?” Tanyanya kembali padaku. Aku hanya diam saja sembari menggeleng-gelengkan kepalaku mengikuti alunan musik yang disajikan oleh DJ. Memang untuk yang satu ini (dugem)…aku masih belum berani memberithukannya. Maklum saja saat itu aku sedang keadaan tinggi, karena dipengaruhi oleh alkohol dan obat yang ku minum.

“Bagaimana UAS-nya sudah selesai?” Tanya Susan kembali.
“Sudah tadi baru selesai.” Jawabku.
“Bagaimana hasilnya..a…bagus ‘ga?” Kembali Susan bertanya padaku.
“Hasilnya masih belum ada, karena baru selesai tadi, tapi a bisa menyelesaikannya dengan mudah.”, Ujarku.
“Ya…sudah met senang-senang aja…Jaga matanya jangan kelayapan ya a…!!!”, Pesan Susan padaku.
“Iya cinta aku pasti akan jaga itu…kamu juga hati-hati, jangan lupa minum obat yang teratur. Met malam cinta…met tidur…mimpi indah.”, Kataku menyebarkan rayuan gombal.

Setiap malam hampir satu minggu ini aku habiskan waktuku bersama para sahabatku menghabiskan waktu. Hingga suatu hari Susan kembali menghubungiku.
…………….

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 25, 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: