RSS

Aku, Dia Karena Tekhnologi Part 4

14 Jan

………… Hingga suatu hari Susan kembali menghubungiku. (Part 3 )

“A sedang apa? Kok ‘ga pernah telpon atau kirim pesan? Aa baik-baik saja khan?” Tanyanya.
“Iya cinta ‘abaik-baik saja…aku saat ini sedang sibuk.” Jawabku
“Sibuk apa sich…? Setiap malam ‘aselalu keluar dengan teman-teman ‘adan ‘ga memberi kabar!!!” Sahutnya marah.
Aku tak menjawab perkataan Susan, karena aku masih ngantuk dan masih dalam pengaruh obat yang ku gunakan di saat dugem dengan sahabat-sahabatku tadi malam.

Pergaulan malamku dengan para sahabatku telah membuat aku terlena di dalam kenikmatan duniawi, sehingga aku melupakan janjiku pada Susan. Sudah dua hari ini Susan tak pernah menghubungiku, aku telpon pun percuma. Karena kartunya tak pernah aktif. Hingga aku mencoba menghubungi Aneu sahabat Susan.
“Hello…Aneu apa kabar?” Tanyaku melakukan pembukaan percakapan.
“Kabar baik Andi, kamu bagaimana?” Tanya Aneu

“Aku baik-baik saja…oh ya bagaimana kabarnya Susan? Kok sudah dua hari ini dia tak pernah menghubungiku lagi? Nomornya juga ‘ga aktif.” Ujarku.
“Susan baik-baik saja, namun dia sedang marah sepertinya sama kamu…memangnya ada masalaha apa sich…diantara kalian?” Tanya Aneu
’Ga ada masalah kok dengan hubungan kami…oh ya…aku baru ingat.” Ujarku.
“Andi kamu ingat apa?” Tanya Aneu.
“Aneu kamu sedang dengan Susan tidak? Aku mau bicara dengan dia.” Pintaku
“Ya…sebentar…ni Susan di sini.” Ujarnya
Aku berbicara dengan Susan dan meminta maaf atas ke khilafan yang aku lakukan.

Aku teringat akan janji yang telah aku nyatakan kepda Susan untuk bertemu dengannya setelah UAS berakhir. Spontan saja aku mulai melakukan pengemasan barang-barang setelah aku bicara dengan Susan. Untung saja dia mau memahami diriku. Aku segera berangkat ke daerah tempat Susan tinggal dan kami berjanji akan bertemu di sebuah pusat perbelanjaan modern (Mall) di daerah tersebut. Maklum saja, karena selama ini aku masih belum tahu dimana tempat Susan tinggal. Setelah kami bertemu, Susan langsung mengajak aku jalan-jalan ke tempat pariwisata disana.

“wah ini baru yang dapat disebut pcaran, jalan berduaan dan saling mendekap dengan pelukan yang mesra.” Ujarku padanya.
Mendengar hal itu Susan hanya bisa tersenyum sembari semakain erat memeluk dan menggenggam tanganku. Hari menjelang sore dan aku teringat bahwa seharusnya Susan meminum obatnya.

“Kamu ‘ga minum obat? Kenapa? Nanti kesembuhannya lama lho…!!!” Tanyaku
“Malas ‘a…setiap hari minum obat terus. Aku ini udah malas diingatkan  ‘a terus untuk minum obat.” Jawabnya…
Berawal dari hal inilah…pada akhirnya kami bertengkar. “Hari sudah semakin larut sebaiknya ‘a antar kamu pulang. Dan sepertinya kita harus saling mengintropeksi diri sendiri dulu sebelum kita ketemu lagi.” Ujarku.

Di dalam mobil pun kami masih bertengkar dan pertengkaran itu semakin hebat… Entah…setan darimana yang merasuki pikiranku. Ku injak pedal gas dengan kuat hingga laju mobil semakin kencang dan tanpa di duga….penyakit yang di derita Susan kambuh. Serentak aku kaget dan khawatir akan dirinya. Hilang konsentrasiku di dalam menjaga laju kendaraan karena besarnya kekhawatiranku padanya. Tanpa diduga mobil yang ku kendarai kehilangan kendali karena tak konsentrasinya diriku dalam menyetirnya. Aku segera mengarahkan mobil ke kiri dan kemudian……..

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 14, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: