RSS

Aku, Dia Karena Tekhnologi Part 5

05 Mei

Tanpa diduga mobil yang ku kendarai kehilangan kendali karena tak konsentrasinya diriku dalam menyetirnya. Aku segera mengarahkan mobil ke kiri dan kemudian……..
Aku tak tau apa yang terjadi saat itu, yang aku tahu bahwa terakhir kali aku telah menabrak besi pembatas. Entah apa yang terjadi kemudian aku tak mengetahuinya. Namun yang pasti, di saat aku terbangun…aku sudah berada di rumah sakit. Dokter mendatangi diriku…beberapa saat setelah aku sadar.
“adakah pihak keluarga yang bisa dihubungi?” tanya dokter itu. Aku langsung memberikan beberapa nomor kontak ke dua orang tuaku. Ke esokan harinya orang tuaku sudah datang di rumah sakit. Aku melihat kedatangan ayah dan bunda, namun bunda datang sembari menangis. Aku tak dapat berkata satu kata pun…aku hanya dapat menatap kedua orang tuaku.
“Dokter bilang besok kamu sudah boleh pulang. Dan sudah dapat dirawat jalan” Kata ayahku kepadaku. Senyum kecil hanya bisa ku berikan kepada mereka sebagai balasan dari kabar ayahku itu. Namun aku merasakan kejanggalan…aku sepertinya mengalami kesulitan untuk menggerakkan kakiku.
“Ada apa bunda? Ada apa denganku?” Tanyaku kepada bunda. Namun tak ada jawaban darinya.
“Ada apa ayah?”, Tanyaku kepada ayahku. “Kakimu mengalami lumpuh sementara.” Katanya kepadaku.
“Apa? Tapi nanti aku pasti masih bisa berjalankan?”, Tanyaku kepada mereka.
Aku hanya dapat melihat anggukkan kepala ayahku untuk menjawab pertanyaan ku tersebut….
Esok harinya aku sudah kembali ke rumah. Setiba di rumah ayah memberikan barang-barangku yang di telah diambilnya dari kantor polisi. Aku mendapati tas yang berisi beberapa potong pakaian dan telepon genggam.
“Sebenarnya apa sich yang terjadi?” tanyaku. Aku bertanya apa yang telah terjadi padaku. Aku tak bisa mengingat yang telah terjadi padaku dan entah apa yang terjadi denganku sebelum aku masuk rumah sakit. Ayah menceritakan bahwa mobilku jatuh ke jurang dan mengalami kerusakan yang cukup parah. Sehingga mobil itu tidak dapat digunakan kembali namun untungnya kejadian ini tak merenggut nyawaku.
“Apa yang kamu lakukan di daerah itu? Itu kan daerah yang jauh, apalagi kamu ke sana seorang diri?” Tanya ayah padaku. Aku mencoba mengingatnya kembali, namun tiada hasil yang ku dapatkan. “Ya…sudahlah mungkin ini efek dari kecelakaan yang kamu alami kemarin.” Kata ayahku.
Aku menghubungi para sahabatku dengan menggunakan telpon genggam untuk memberitahukan kabar tentang diriku kepada mereka di saat aku berada di rumah. Tak lama kemudian sahabat-sahabatku datang untuk menengokku. Wah…rumah yang tadinya sepi menjadi ramai seperti pasar tradisional. Banyak buah tangan yang aku dapatkan dari para sahabatku tersebut….
Beberapa bulan telah berlalu dan kakiku semakin membaik, sehingga saat ini aku sudah dapat berjalan dengan normal, serta dapat mengikuti jalannya pelajaran kembali. Namun ada yang hampa dan mengganjal di dalam diriku di saat aku melihat orang lain berjalan dengan pasangannya serta di saat aku memegang telpon genggam miliku.
“Ada apa ini?” Pikirku dalam hati. Sudah cukup lama aku mengacuhkan telpon genggamku ini, karena beberapa bulan yang lalu aku hanya berdiam diri di dalam rumah. Aku mulai menjelajahi telpon genggamku tersebut.
Hingga aku terhenti di kotak masuk pada telpon genggamku tersebut…………

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 5, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: