RSS

Sekilas Lembaga Kemahasiswaan UKSW

03 Jun

Sekilas mengenai Lembaga Kemahasiswaan ini saya jabarkan dari pengalaman diri saya selama saya menjadi fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan di UKSW.

Lembaga Kemahasiswaan adalah wahana satu-satunya bagi mahasiswa dalam berperan serta mewujudkan Visi dan Misi Universitas demi mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi. Tri Darma Perguruan Tinggi adalah kegiatan Universitas yang meliputi kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Lembaga Kemahasiswaan terdiri dari,

Angkatan, HMP, SEMA, BPMF, SMU, dan BPMU.

Fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan terdiri dari;

  1. Pimpinan Senat Mahasiswa Universitas meliputi Ketua Umum, Ketua Bidang, Sekretaris Umum, Sekretaris Bidang, dan Bendahara – Bendahara.
  2. Pimpinan Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas meliputi Ketua Umum, Sekretaris Umum, Ketua Komisi.
  3. Pimpinan Senat Mahasiswa Fakultas meliputi Ketua , Ketua Bidang, Sekretaris , Sekretaris Bidang, dan Bendahara – Bendahara.
  4. Pimpinan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas meliputi Ketua, Sekretaris, dan Ketua Komisi.
  5. Pengurus Lembaga Kemahasiswaan SMU/F meliputi Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan, Ketua – ketua Departemen dan atau Seksi dan anggota-anggota Departemen dan/atau Seksi.
  6. Pengurus Lembaga Kemahasiswaan BPMU/F meliputi Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan, Sekretaris komisi dan anggota-anggota.

 

Lembaga Kemahasiswaan berfungsi untuk merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan harus menjadi Agent Of Change yakni faktor perubahan. Untuk menjadi Agent Of Change tersebut maka fungsionaris lembaga kemahasiswaan harus dapat berpikir principil yang realistis. Namun saat ini lembaga kemahasiswaan merupakan lembaga yang menjadi menara gading dan posisinya seperti telur di ujung tanduk ataupun bagai seperti buah simalakama. Karena lembaga kemahasiswaan harus dapat menyalurkan aspirasi mahasiswa yang telah dirumuskan di dalam Garis-garis Besar Haluan Progarm Lembaga Kemahasiswaan (GBHPLK).

GBHPLK adalah acuan bagi program lembaga kemahasiswaan yang harus digunakan untuk membuat konsep kegiatan, sehingga dapat menjawab aspirasi mahasiswa. GBHPLK dirumuskan dan dibuat oleh Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) di  aras Universitas sebagai acuan bagi program SMU dan di aras Fakultas sebagai acuan SMF/SEMA. GBHPLK selama ini dibuat pada awal periode lembaga kemahasiswaan, dalam artian fungsionaris di BPMU dan BPMF terpilih yang membuat GBHPLK di awal mereka menjabat.

Ada problematika yang terjadi yakni fungsionaris terpilih di awal periodenya belum mengetahui secara baik mengenai pembentukan GBHPLK. Seperti kecenderungan maupun tantangan dari aspirasi mahasiswa yang harus dijawab. Pertanyaan yang relevan yakni; apakah BPMU/F terpilih tersebut sudah dapat mengerti mekanisme mengenai job description kinerjanya? Selama ini saya mengamati bahwa GBHPLK yang telah terbentuk seperti pemaksaan atau dipaksakan, sehingga hasil rumusan GBHPLK tersebut tidak objektif.

Hal ini juga berkaitan dengan proses kaderisasi Lembaga Kemahasiswaan, beberapa fungsionaris BPM di awal menjabat mengalami kendala yakni harus membentuk Satuan Tugas (Satgas) atau BPP (Badan Pekerja Pelaksana) guna pemilihan SMU/SMF dan perumusan GBHPLK.

 

BPMF

Lembaga Kemahasiswaan di awal periodenya dimulai dengan pembentukan BPMF (Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas) dimana keanggotaan BPMF berasal dari perwakilan tiap-tiap angkatan atau HMP (untuk HMP saat ini hal tersebut hanya dilakukan oleh FKIP)  di Fakultas. Kuota perwakilan baru masing-masing angkatan ditentukan oleh BPMF berjalan atau BPMF yang saat itu menjadi konvokator. Penentuan kuota harus dipikirkan dengan seksama. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan kuota tersebut yaitu Jumlah utusan Fakultas yang akan diutus menjadi anggota BPMF diatur berdasarkan;

  1. Pemerataan kuota perangkatan, dimana setiap angkatan atau HMP (untuk HMP saat ini hal tersebut hanya dilakukan oleh FKIP) mengirimkan utusan dengan jumlah yang sama. Atau  
  2. Kuota perwakilan angkatan atau HMP (untuk HMP saat ini hal tersebut hanya dilakukan oleh FKIP) didapatkan dari kuota mahasiswa di masing-masing angkatan atau HMP (untuk HMP saat ini hal tersebut hanya dilakukan oleh FKIP).

Selayaknya sebagai perwakilan harus diutus oleh ketua angkatan atau HMP (untuk HMP saat ini hal tersebut hanya dilakukan oleh FKIP) untuk duduk di BPMF.

Bagaimana cara menjadi pimpinan BPMF terpilih? Selayaknya WNI memiliki hak untuk dipilih dan memilih.

BPMF adalah Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas di aras Fakultas. Fungsionaris yang diutus oleh ketua angkatan atau HMP (untuk HMP saat ini hal tersebut hanya dilakukan oleh FKIP) untuk duduk di BPMFdan disebut sebagai BPMF terpilih, karena belum mendapatkan Surat Keputusan SMU mengenai pengangkatan BPMF . Pemilihan Ketua dan Sekretaris BPMF dikonvokatori oleh BPMF periode berjalan. Pemilihan Ketua dan Sekretaris BPMF dilakukan pada sidang pertama di dalam mekanisme sidang tertutup yang diikuti oleh BPMU terpilih dan wajib diikuti peserta sidang minimal 2/3 dari seluruh jumlah BPMF terpilih. Sidang dipimpin oleh fungsionaris angkatan tertua dan termuda dari BPMF terpilih tersebut. Cara pembentukan tersebut tertuang di dalam KUKM Pasal 15.

Problematika yang selama ini terjadi adalah BPMF periode berjalan biasanya membuka bursa bagi calon ketua dan/atau sekretaris BPMF terpilih, hal ini tidak benar dan ada beberapa Fakultas menggunakan cara melobi mahasiswa.

Menjawab bagaimana persidangan tersebut sebagai berikut; melalui sidang pertama yang berfungsi guna mengesahkan tata tertib persidangan dan syarat-syarat menjadi calon ketua atau dan/atau sekretaris terpilih. Di dalam sidang pertama tersebut bakal calon ketum dan/atau sekum BPMU terpilih seharusnya menyatakan kesanggupan diri sebagai bakal calon ketua atau dan/atau sekretaris terpilih. Khusus bakal calon ketua atau dan/atau sekretaris terpilih harus sudah mempersiapkan visi dan misi baik berbentuk tulisan ataupun lisan. Kemudian  bakal calon ketum dan/atau sekum BPMU terpilih ke luar dari persidangan. Di waktu yang sama bakal calon ketum dan/atau sekum BPMU terpilih diseleksi oleh BPMU terpilih di dalam sidang tertutup untuk dinyatakan sebagai calon ketua atau dan/atau sekretaris terpilih berdasarkan syarat KUKM tahun 1997.

Setelah ditetapkan calon ketua atau dan/atau sekretaris terpilih terpilih, maka sidang pertama tertutup kemudian dipending selambat-lambatnya 2 (dua) hari. Sidang dipending supaya BPMF terpilih sebagai utusan dari BPMF dapat kembali ke angkatan atau HMP (HMP khusus FKIP) untuk menjaring aspirasi dari mahasiswa di angkatan atau HMP. Aspirasi tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memilih ketua atau dan/atau sekretaris terpilih. Pending sidang kemudian dicabut dan diteruskan dengan sidang terbuka dimana calon ketua atau dan/atau sekretaris terpilih menjabarkan Visi dan Misi untuk menjadi ketua atau dan/atau sekretaris terpilih. Setelah penjabaran seluruh visi dan misi dari calon ketua atau dan/atau sekretaris terpilih, sidang kemudian dilanjutkan dengan sidang berbentuk sidang tertutup. kemudian dalam sidang tertutup tersebut menetapkan ketua atau dan/atau sekretaris terpilih.(Hasil diskusi pimpinan BPMU 2010-2011 tanggal 05 April 2010).

SMF/SEMA

Senat Mahasiswa Fakultas merupakan lembaga eksekutif mahasiswa di tingkat Fakultas yang mengkoordinasikan aktivitas mahasiswa dari tiap angkatan sesuai dengan disiplin ilmunya.

Di dalam pelaksanannya ada beberapa BPMF di Fakultas yang menggunakan sistem pemilihan terbuka. Dimana ketua SMF/SEMA dipilih oleh mahasiswa melalui pemilihan langsung (pemilihan langsung ini tidak tertuang di KUKM sebagai landasan konstitusi). Sehingga pelaksanaan pemilihan langsung tersebut sudah menyalahi konstitusi mahasiswa.

BPMF terpilih menjadi konvokator yang berfungsi membuka bursa pencalonan ketua SMF/SEMA. Ketua SMF/SEMA dipilih oleh  BPMF terpilih di dalam sidang tertutup.  Selanjutnya ketum SMU disebut sebagai ketua terpilih karena ketua SMF/SEMA yang dipilih BPMF terpilih tersebut belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) SMU. Aturan mengenai pemilihan ketua SMF/SEMA sudah tertuang di KUKM dimana BPMF harus berperan aktif sebagai konvokator pemilihan dalam teknis pelaksanaan. Bagi pemilihan SMF/SEMA diperkenankan melakukan kampanye sebagai bentuk pengenalan diri calon ketua SMF/SEMA kepada publik. Ketua SMF/SEMA dipilih secara langsung oleh BPMF periode tersebut di dalam sidang tertutup.

Melihat hal tersebut ada beberapa kendala, yakni mahasiswa di Fakultas belum dapat menyalurkan suaranya guna memilih ketua SMF/SEMA. Hal ini disebabkan karena singkatnya waktu pemilihan ketua SMF/SEMA, sehingga mahasiswa tidak dapat menyalurkan suaranya kepada perwakilan angkatannya (khusus FKIP melalui HMP) yang duduk di BPMF. Problematika terjadi di dalam pengelolaan mengenai waktu yang sangat singkat tersebut. Mekanisme pemilihan ketua SMF/SEMA terjadi satu hari setelah waktu kampanye, sehingga perwakilan angkatan di BPMF tidak memiliki waktu guna menyaring aspirasi di angkatan.

 

BPMU

BPMU adalah Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas di aras Universitas. fungsionaris BPMU berasal dari mahasiswa di aras Fakultas yang diutus oleh BPMF yang kemudian disebut sebagai BPMU terpilih, karena belum mendapatkan Surat Keputusan Rektor mengenai pengangkatan BPMU. Pemilihan Ketua Umum (Ketum) BPMU dan Sekretaris Umum (Sekum) BPMU dikonvokatori oleh BPMU periode berjalan. Pemilihan Ketum dan Sekum BPMU dilakukan pada sidang pertama di dalam mekanisme sidang tertutup yang diikuti oleh BPMU terpilih dan wajib diikuti peserta sidang minimal 2/3 dari seluruh jumlah BPMU terpilih. Sidang dipimpin oleh fungsionaris BPMU terpilih dari angkatan tertua dan termuda dari BPMU terpilih tersebut.

Problematika yang selama ini terjadi adalah BPMU sama dengan yang terjadi di BPMF yaitu BPMU periode berjalan biasanya membuka bursa bagi calon ketum dan/atau sekum, hal ini tidak benar. Sidang pertama tersebut berfungsi guna mengesahkan tata tertib persidangan dan syarat-syarat menjadi calon ketum dan/atau sekum BPMU terpilih. Di dalam sidang pertama tersebut bakal calon ketum dan/atau sekum BPMU terpilih seharusnya menyatakan kesanggupan diri sebagai bakal calon ketum dan/atau sekum BPMU terpilih. Khusus bakal calon ketum dan/atau sekum BPMU terpilih harus sudah mempersiapkan visi dan misi baik berbentuk tulisan ataup lisan. Kemudian  bakal calon ketum dan/atau sekum BPMU terpilih ke luar dari persidangan. Di waktu yang sama bakal calon ketum dan/atau sekum BPMU terpilih diseleksi oleh BPMU terpilih di dalam sidang tertutup untuk dinyatakan sebagai calon ketum dan/atau sekum BPMU terpilih berdasarkan syarat KUKM tahun 1997.

Setelah ditetapkan calon ketum dan/atau sekum BPMU terpilih, maka sidang pertama tertutup kemudian dipending selambat-lambatnya 2 (dua) hari. Sidang dipending supaya BPMU terpilih sebagai utusan dari BPMF dapat kembali ke Fakultas untuk menjaring aspirasi dari mahasiswa di Fakultas. Aspirasi tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memilih ketum dan/atau sekum BPMU terpilih. Pending sidang kemudian dicabut dan diteruskan dengan sidang terbuka dimana calon ketum dan/atau sekum BPMU terpilih menjabarkan Visi dan Misi untuk menjadi ketum dan/atau sekum BPMU terpilih. Setelah penjabaran seluruh visi dan misi dari calon ketum dan/atau sekum BPMU terpilih, sidang kemudian dilanjutkan dengan sidang berbentuk sidang tertutup. kemudian dalam sidang tertutup tersebut menetapkan ketum dan/atau sekum BPMU terpilih.(Hasil diskusi pimpinan BPMU 2010-2011 tanggal 05 April 2010).

SMU

BPMU terpilih menjadi terpilih menjadi konvokator yang berfungsi membuka bursa pencalonan Ketua Umum (ketum) SMU. Ketum SMU harus dipilih oleh BPMU terpilih di dalam sidang tertutup.  Selanjutnya ketum SMU disebut sebagai ketum terpilih karena ketum SMU yang dipilih BPMU tersebut belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) Rektor. Aturan mengenai pemilihan ketua SMU sudah tertuang di KUKM dimana BPMU harus berperan aktif sebagai konvokator pemilihan dalam teknis pelaksanaannya. Bagi pemilihan SMU diperkenankan melakukan kampanye sebagai bentuk pengenalan diri calon ketua SMU kepada publik. Ketua SMU dipilih secara langsung oleh BPMU periode tersebut di dalam sidang tertutup.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 3, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: