RSS
Galeri

Bumi pun Mengikuti Jaman…

19 Jul

Saya menulis hal ini karena saya masih memiliki rasa bahwa keadaan saat ini sudah tak seperti dulu lagi…
Planet tempat saya dilahirkan dan dibesarkan (Bumi bukanlah planet lain sehingga saya bukanlah makhluk luar angkasa)…
Dengan ini pemikiran dan rangkuman saya…

Bumi adalah planet ketiga dari sembilan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 miliar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (Inggris: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraviolet dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer dan Eksosfer.

Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan bumi adalah antara -70 °C hingga 55 °C bergantung pada iklim setempat. Sehari dibagi menjadi 24 jam dan setahun di bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 miliar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi dipatok sebagai 1.

Bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen dan 1% uap air, karbondioksida dan gas lain.

Bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi nikel beku setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500 °C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi bumi dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 kilometer.

Kerak bumi lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak bumi terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng (teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa bumi.

Titik tertinggi di permukaan bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter dan titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2.(http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi)

Menurut Kitab suci mengenai bumi
“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (Al Qur’an, 39:5)

Alkitab; Kitab Kejadian

  • 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
  • 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
  • 1:3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
  • 1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
  • 1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
  • 1:6 Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.”
  • 1:7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
  • 1:8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
  • 1:9 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.
  • 1:10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
  • 1:11 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian.
  • 1:12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
  • 1:13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
  • 1:14 Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
  • 1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian.
  • 1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
  • 1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
  • 1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
  • 1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
  • 1:20 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.”
  • 1:21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
  • 1:22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.”
  • 1:23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
  • 1:24 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian.
  • 1:25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
  • 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
  • 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
  • 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
  • 1:29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
  • 1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian.
  • 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Matius 24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari KEEMPAT PENJURU BUMI, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain

Markus 13:27 Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari dari KEEMPAT PENJURU BUMI, dari ujung bumi sampai ke ujung langit

Wahyu 7:1. Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada dari KEEMPAT PENJURU BUMI dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon

Wahyu 20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada dari KEEMPAT PENJURU BUMI, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut

Matius 12:42 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!

Melihat hal tsb saya merasakan ada perubahan yang secara perlahan saya rasakan, sinar matahari sangat terasa panas akan radiasinya.
Saya teringat akan pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) sewaktu belajar di Sekolah Dasar, dengan materi mengenai pelapukan (untuk lebih jelasnya saya menambah referensi dari http://id.wikipedia.org/wiki/Pelapukan). Permukaan bumi terdiri dari daratan serta lautan. Daratan tersebut ada yang berupa daratan yang tertutupi es, serta bebatuan yang akan melapuk menjadi tanah serta nantinya akan menjadi pasir bilamana tidak ada kelembaban. Bilamana itu terjadi maka daratan hanya akan kita jumpai di dasar air (seperti sungai dan lautan atau pun samudra). Sementara daratan yang tak tertutupi air akan menjadi pasir, bilamana pasir tersebut sangat luas akhirnya dapat disebut sebagai gurun pasir.
Sadarkah kita bahwa pada saatnya permukaan bumi akan mengalami evolusi menjadi gurun pasir dan lautan?
Saat ini saya rasakan bunyi serangga seperti jangkrik jarang sekali terdengar suaranya. Apakah seluruh bumi ini akan menjadi gurun pasir? Siang panas sekali dan malam dingin sekali? Ada apa ya dengan bumi?
Apakah manusia masih menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan tanpa melakukan kerja? Hanya dapat berharap dan berharap dengan Utopia manusia.

Bumi pun Mengikuti Jaman berubah secara perlahan yang berjalan lurus dengan manusia yang selalu berubah di dalam mode atau pun fashionnya.
Di saat ini manusia semakin berkembang berjalan lurus dengan pola pemikiran manusia tersebut, dimana pola pemikiran dari bentuk tradisional dengan mayoritas bergantung kepada kerja keras manusia sudah mulai berubah. Berubah dengan ketergantungan manusia kepada mesin dimulai yang dimulai saat memasuki revolusi industri (Coba Telaah (CT) di http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Industri). Berjalan dengan waktu tema revolusi tersebut berganti dengan tema revolusi hijau (CT http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Hijau) hingga saat ini memasuki tema komunikasi.
Manusia yang sehat merupakan manusia yang dapat mengolah raganya berubah menjadi manusia yang hanya mengolah jarinya, contohnya saja pada jaman dulu saat akan makan kita harus bisa membuat api entah dengan menggesekan kayu/batu, dll, namun saat ini hanya dengan jari seperti menyalakan korek, maupun kompor gas.
Zat kimiawi dulunya hanya ada di dalam perut bumi namun saat ini zat Kimiawi telah banyak tersebar di atas permukaan bumi, yang merupakan daya olah manusia dengan bantuan mesin (bayangkan saja jika saya mau mengebor minyak dengan cangkul ya tentu akan memakan waktu seumur hidup…).
Cara hidup sehat telah berubah menjadi gaya hidup semau “gue”…Sehingga saat ini jarang kita temui orang tua yang umurnya lebih dari nenek buyut saya (di atas 105 th)….
Beberapa orang mencoba menyelamatkan alam ini dengan cara kembali ke alam (back to nature)…dan sampai adanya issue mengenai hari kiamat. Nyatanya hal ini berdampak sangat besar…seperti negara maju menyalahkan negara berkembang karena tak mempertahankan pohon di negaranya. Namun negara berkembang hanya mengangguk saja (mungkin tanda tak mampu “berbicara”), karena negara maju tersebut telah mengucurkan dana bantuannya ke negara berkembang (negara berkembang contoh saja Indon esia, serta Negara maju yakni A merika dan Unie ropa).
Bosan “ga sich” menjadi “kambing hitam”? Bila saya dicermati secara seksama tentu anda akan bingung…? Lebih membingungkan lagi ternyata negara meju melakukan eksploitasi di negara berkembang, bahkan tambang mereka saja lebih banyak dari tuan rumahnya. Oo…Astaga…apa yang terjadi…?

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 19, 2011 in Uncategorized

 

2 responses to “Bumi pun Mengikuti Jaman…

  1. diand.

    Juli 21, 2011 at 11:38 am

    kenapa tiba-tiba nulis tentang bumi ka?takut kiamat ya?

     
    • wirawanhari

      Juli 25, 2011 at 6:53 am

      Mengapa harus takut akan kiamat, bukankah kita telah diberikan pengharapan dengan memeluk suatu agama. Di dalam agama dinyatakan bahwa penciptalah yang memiliki kuasa akan kehidupan.
      Sori tulisan tsb baru saya up date.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s