RSS

Budaya Konsumerisme….

23 Jul

Semua di awali dari kucingan yang membuka pemikiran saya guna menuliskan mengenai hal ini yakni; Budaya Konsumerisme. Mencoba untuk menelaah hal ini saya pun mulai melakukan penjelajahan (pengamatan) akan hal ini. Dari Wikipedia saya dapatkan artian mengenai konsumerisme.
Konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya (http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumerisme).
Menurut saya budaya konsumerisme terjadi karena beberapa factor, yakni;
1. Kebiasaan keluarga,
Kebiasaan keluarga di dalam mengkonsumsi barang dan jasa dapat menurun kepada anak-anaknya
2. Demi harga diri,
Bagi sebagian masyarakat memiliki pandangan bahwa dengan banyak melakukan konsumerisme maka masyarakat tersebut
akan di pandang tinggi derajatnya di masyarakat.
3. Rasa iri yang menjadikan diri sebagai peniru
Manusia tentunya memiliki rasa iri di dirinya bilamana orang di sekitarnya memiliki atau dapat melakukan
tindakan yang melebihi dirinya. Meskipun ada sebagian orang yang dapat menahan diri akan hal tersebut.

Menilik budaya konsumerisme masyarakat di Indonesia yang penuh akan warna atau pun keberagaman. Hal ini dapat saya golongkan menjadi beberapa golongan, yakni;
1. Budaya konsumerisme terarah.
Budaya konsumerisme terarah yang dimaksud adalah proses konsumsi atau pemakaian barang-barang atau pun jasa dengan melalui perencanaan. Yakni melakukan perencanaan sebelum berbelanja atau sebelum melakukan kegiatan konsumsi. Pola perencanaan ini dapat dilakukan harian atau mingguan atau bulanan atau bahkan satu tahun sekali. Bilamana sudah melakukan perencanaan tersebut, maka konsumen tidak akan membeli atau menggunakan barang atau pun jasa yang tidak direncanakan. Barang yang direncanakan biasanya berbentuk pangan serta jasa biasanya berbentuk hiburan.
Melalui perencanaan ini konsumen tentunya akan dapat memanajemen menyisihkan keuangannya dan menabungnya guna menghadapi kejadian yang tak terduga. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh masyarakat di Negara maju.
2. Budaya konsumerisme tiada arah
Hal ini tentunya merupakan antonim dari budaya konsumerisme terarah yakni proses konsumsi atau pemakaian barang-barang atau pun jasa tanpa melalui perencanaan. Kegiatan konsumsi dapat berlangsung kapan saja dan hanya dibatasi atau dihalangi dengan keuangan atau modal yang dimilikinya. Keuangan atau pun modal bisa saja tak menjadi halangan, yakni si konsumen dapat melakukan atau mencari pinjaman guna memuaskan nafsu belanjanya tersebut. Hal ini biasanya dilakukan oleh konsumen yang “gila” belanja. Golongan konsumerisme ini biasanya menjadikan manusia sebagai manusia yang boros. Sehingga pelaku kegiatan ini akan sulit menyisihkan uang atau pun modal yang dimilikinya.
Masyarakat di Indonesia memiliki kebiasaan konsumtif yang sangat tinggi. Hal ini dapat meningkat bilamana akan mendekati hari raya, seperti hari ulang tahun, hari raya keagamaan (seperti Lebaran, Natal, dll), merayakan tahun baru, perayaan libur anak sekolah, dan masih banyak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.
3. Budaya konsumerisme campuran
Hal ini tentunya merupakan perpaduan antara budaya budaya konsumerisme terarah dengan Budaya konsumerisme tiada arah.

Nah….menilik hal di atas, dimanakah letak posisi anda saat ini? Serta apa yang akan anda lakukan?

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 23, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: