RSS

Jangan Remehkan

29 Jan

Salam konsumen tulisan…

Judul di atas memang sangatlah simple sekali yang terdiri dari dua buah kata, namun dari dua kata
tersebut, saya ingin mencoba mengeksplorasinya dengan keterbatasan keodohan di diri ini. “Jangan Remehkan” merupakan dua buah kata yang tak jarang kita dengar. Namun pada keadaan di lapangan, hal ini sering sekali terlupakan. Tak jarang saya diingatkan untuk tak menyepelekan hal-hal kecil, karena hal kecil tersebut merupakan jalan menuju sesuatu yang besar. Entah apakah hal ini benar atau salah? Namun dari segala hal yang kita lakukan, tentunya akan dilihat oleh orang lain. Hal ini pun dapat menciptakan penilaian orang lain terhadap diri kita.

Memang terkadang kita melakukan suatu tindakan tanpa sadar yang harus dipikirkan terlebih dahulu. Terkadang saya pun melakukan itu dan tanpa memperdulikan penilaian orang lain terhadap saya. Namun haruslah disadari bahwa penilaian orang terhadap diri kita tersebut sangatlah mahal harganya (meskipun belum ada standarisasi penilaian yang dijadikan sebagai tolak ukur).

Di dalam kitab suci “Alkitab” ada beberapa kisah untuk tidak meremehkan hal kecil. Salah satu contohnya yakni mengenai kisah Nabi Daud yang mampu mengalahkan Goliat yang digambarkan bagaikan raksasa. Tentunya cerita ini bukanlah suatu rahasia lagi, bahwa dengan sebuah batu yang dihempaskan dengan ketapel Nabi Daud dapat mengalahkan Goliat. Hal ini membuat tentara musuh menjadi tercerai-berai dan lari ketakutan, karena pemimpinnya tersebut telah tumbang di tangan seorang anak kecil (Nabi Daud).

Ada pula kata bijak yakni sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit kemudian gunung. Mengumpulkan dari sesuatu yang kecil, maka sesuatu tersebut dapat membesar. “Api kecil adalah kawan api besar adalah lawan”, maksudnya janganlah kita menunggu permasalahan kecil untuk menjadi besar. Serta ingatlah pesan yang dibawakan oleh padi, yakni semakin berisi maka akan menunduk dengan maksud jikalau kamu memiliki kelebihan dari orang lain, jangan kamu gunakan kelebihanmu tersebut untuk kesombonganmu.

Di dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita dapat melihat hal-hal kecil dan sering kali kita menganggap hal tersebut tiada harganya. Namun hal itu dapat berdampak besar dikemudian harinya. Kita dapat mengambil contoh seperti dengan membuang sampah sembarangan. Jika terus menerus membuang sampah dengan sembarangan tentunya sampah tersebut semakin lama akan terakumulasikan sebagai modal awal datangnya bencana. Seperti banjir, perkembangbiakan kuman penyakit yang dapat mengganggu kesehatan dan bahkan dapat mendatangkan kematian.

Namun hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan bilamana sudah adanya kesadaran di dalam diri serta semua itu dapat diawali dengan membiasakan diri untuk dapat menghargai hal-hal kecil. Anggap saja dengan menghargai hal-hal kecill berarti kita akan dapat menghargai diri sendiri sehingga dengan begitu orang lain akan menghargai kita. Bila mau diri kita mau dihargai oleh orang lain, maka kita harus bisa menghargai orang lain terlebih dahulu. Harga-menghargai memang sangat penting, namun perlu diingat menghargai di dalam hal ini bukanlah menilai dengan angka. Harga yang dimaksud di dalam tulisan ini sangatlah besar jumlahnya, sehingga tiada diri memberikan angka. Melalui ini maka,”Jangan Remehkan.”

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 29, 2012 in Uncategorized

 

2 responses to “Jangan Remehkan

  1. jalf

    Februari 4, 2012 at 10:32 am

    go WH go WH

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: