RSS

Pikirku Kosong

29 Jan

Alkisah ada seorang pemuda bernama Paijo anak saudagar minyak dari Negeri Tak Pernah Ada. Pemuda ini hidup dengan serba berlebihan dan dimanjakan oleh orang tuanya, karena pemuda ini adalah anak tunggal. Kemudian Paijo harus pergi ke negeri sebrang untuk melanjutkan sekolah ke jenjang tertinggi di Kampus Relijius. Di kampus ini seluruh mahasiswa/i-nya diwajibkan untuk tinggal di asrama. Setiap kamar asrama ini ditempati dua orang sesame jenis, pemuda ini yakni Paijo menempati asrama pria (tentu saja karena pemuda bukan pemudi).

Di kamar ini Paijo tinggal bersama teman sekamarnya bernama Yono yang berasal dari Negeri Tak Bertuan. Tak terasa 2 (dua) bulan waktu telah berlalu, mereka berdua sudah bagaikan sahabat layaknya kepompong. Yono selalu menjadi sahabat yang baik bagi Paijo, karena Yono selalu dapat menjadi pendengar dan pemberi nasihat bagi Paijo. Pada bulan yang ketiga, Yono harus keluar dari kampus dikarenakan adanya permasalahan keluarga. Hal ini sempat membuat Paijo drop, sehingga dia menghabiskan waktunya dengan hidup foya-foya……..

Lanjut cerita, Paijo akhirnya menemukan kembali arah kehidupannya setelah satu setengah tahun berlalu dari sepeninggalan Yono. Hal ini dikarenakan oleh seseorang yang telah membuat hati pemuda ini, yakni Paijo menjadi luluh. Paijo bertemu dengan Lisa di salah satu pusat perbelanjaan termegah di negeri seberang itu. Memang cinta akan tercipta dari mata kemudian turun ke hati. Lisa memiliki paras yang cantik disertai bentuk badan yang simple (layaknya manusia yang dipuja oleh kaum pemuda). Paijo pun jatuh hati dan dengan segera dapat melakukan pendekatan dengan Lisa. Sehingga mereka berdua dapat menjadi pasangan yang romantis.

Hubungan percintaan tentunya tidak selalu berjalan manis dan lurus. Setelah Dua bulan berlalu hubungan mereka berdua mulai muncul konflik-konflik kecil dan problematika pun terjadi. Hal ini bermula dari komitmen mereka untuk menghabiskan waktu dengan nonton film di bioskop. Maklum saja saat itu ada film bagus yang baru dirilis pada bulan itu.

Lisa : Sayang kok kamu lama banget sich… sampainya… gara-gara kamu kita harus nunggu giliran
berikutnya.
Paijo : Duh… maaf say…tadi mobilnya tiba-tiba mogok.
Lisa : Ah… alasan. Kamu sudah terlalu sering ngaret seperti ini! Kamu kenapa sich…?
Kamu ga… pernah mengerti aku…!!!
Paijo : Ga… ada apa-apa kok say. Aku ngerti kamu kok… Cuma kamu saja yang ga
pernah tahu dan ngerti aku (bentak Paijo).
Lisa : Ga… benar (Lisa tak mau kalah keras). Aku tahu dan ngerti kamu kok.
Paijo : Apa buktinya? (*pemuda biasanya selalu minta bukti, hal ini berbeda dengan pemudi yang
selalu mengharapkan janji).

Lisa : Aku tahu kamu pernah punya tiga buah panu di punggungmu khan…!?
Paijo : Lho… kok kamu tahu? Tahu dari mana?
Lisa : Ya… iyalah aku tahu. Khan dua tahun lalu kita pernah satu kamar di asrama.
Paijo : Apa!? *#%* (*bingung)
Lisa : Apa? Ga pa..pa… ya sudah sana kamu beli pop corn dulu.
Paijo : Ah… ga mau…! Pokoknya kamu harus jawab dulu pertanyaanku. Ini mengenai harga diriku.
Jangan samakan harga diriku ya… dengan sebungkus pop corn.
Lisa : Nih… uang 15.000 rupiah buat beli pop corn. Sana beli pop corn dulu.
Paijo : Ok’s… aku beli pop corn dulu.
Lisa : *#%* (*bingung karena harga diri kekasihnya tersebut hanya 15.000 rupiah)

PERHATIAN…!!! Memang hubungan percintaan bagaikan permen karet, berawal manis dan selanjutnya anda dapat merasakannya. Terimakasih kepada berbagai pihak yang telah menjadi sumber inspirasi tulisan ini, maaf saya tak dapat menyebutkan nama anda satu-persatu, apalagi nama keluarga anda. Ini hanyalah cerita fiktif dan karangan penulis semata. Jika ada kesamaan cerita, nama, karakter dan persamaan tempat, maka hal tersebut tak ada kaitannya serta hal ini merupakan kepintaran penulis. Salam… *Jk (~Just kidding~). Segala hal mengalir di dalam benakku di saat mengetik huruf dan angka ini karena kosong pikirku.

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 29, 2012 in Uncategorized

 

One response to “Pikirku Kosong

  1. Tian

    Januari 30, 2012 at 10:36 pm

    Setelah baca gue terinspirasi ganti endingnya.

    Setelah Lisa memberi uang 15 ribu, Paijo mengeluarkan dompetnya.

    Paijo : Kamu aja yang beli pop corn, nih aku kasih 100 ribu. Sama beli kowawa ya.
    Lisa : Apa itu kowawa?
    Paijo : Kondom warna warni biar bisa glow in the dark.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: